Sajak Yang Mengguncang
Ku Panggil Namamu .
Namun Akan ada takdir dan waktu di mana akan mempertemukan jiwa-jiwa yang terpisah , serpihan-serpihan rindu yang berserakan, doa-doa yang sempat terucap. Takdir dalam kebisuaannya membungkam segala alasan mengapa harus berpisah , padahal di awal cerita dia mengucapkan ikrar janji atas nama cinta , Jiwamu kini memanggilku dalam isyarat kerinduan kalah senja mulai redupkan jingga yang megah merah merona dalam peraduannya , Relung ini terus memanggilku untuk sekedar mengutuhkan jiwa-jiwa , serpihan rindu dan doa-doa yang sempat terbagi dan bercucuran.
Ku nanti penggalan jiwamu yang mengutuhkan jiwaku sebab dalam pertemuan cinta ini kita tak pernah di ajarkan untuk saling melukai dan menyakiti , Maka aku akan mencintaimu dengan senantiasa . Untuk puan yang kesekian kalinya sudihkan menemuiku dalam temu agar rinduku tak menjadi Yatim .
Hujan Yang Menyayat Di akhir Tahun !
Aku kadang bingung harus bagaimana , Bahkan ketika akhir rasa ini masih menguat untuk tetap bertahan , Tetap menjadi kekuatan yang membentuk kepribadian jati diri , Mesti tetap takut jika tak mewakili rasamu untuk ku tuturkan segala kisah yang ku alami , Rasamu dan semesta untuk kesekian kalinya .
Pada hujan di akhir tahun , Menjadi penanda yang mesti kita tuliskan dalam berisi kata , makna yang mempunyai arti lebih dari sebuah badai yang mengguncang. Ia suci dan mulia sebab membawa berkah kehidupan untuk sang mahluk di bumi , Meksi mengalir di antar oleh rasa yang menyayat hati ini .
Seperti jatuh , membercandainya adalah patah hati yang paling ku sengaja. ku bingung , meski bait sajak ini mewakili rasaku tapi tak untuk semesta . Sebab tak semua jalan yang ku lalui semesta merestuinya sehingga bukan Hakmu merangkai cerita dan bait sajak yang kau tak lalui .
Aku belajar banyak hal tentang arti kesabaran bahwa tidak semua yang di inginkan itu bisa tercapai , bahwa tak semua yang kita ingin raih mudah untuk kita gapai , intinya itulah kata sabar yang harus kau eluskan dadamu pada sang semesta .
Lagi- lagi aku mencuri hikmat dari hujan di akhir tahun ini meski mengguncang , menyayat hati , bahwa hujan dengan kesuciannya dapat menyayat sukma . Namun hujan pula bisa melahirkan petaka dan bencana .
Hujan
Aku tak dapat merangkai puisi dan sajak indah hari ini , Sebab aku basah kuyup oleh rintik rinaimu , sakit yang bisq ku hasilkan oleh Ulahmu .
Kadang seseorang tak mampu mengungkapkan cintanya , Ia hanya tau bagaimana memperhatikan mu dan bagaimana ia tersenyum ketika melihatmu .
Sampai saat ini cerita tentangmu masih selalu terukir lewat tinta kerinduan , sajak rindu ini terasa menemukan banyak makna dan arti untuk kita lalui , Serasanya aku ingin mengarungi hujan lebat yang bercucuran di malam ini , agar rindu merayakan temu di saat langit tak mampu menunjukan pelangi di saat hujan turun .
Peribatan Cinta
Begitulah tafsiran cinta kadang perempuan tak mampu melihat arti dan makna yg tersirat maupun terpendam , mereka hanya menuntut bukti , sementara pengaktualisasian Cinta itu berbagai cara .
Tentang Yang Pernah Usai .
Kita semua menyelesaikan bulan Desember ini dengan pamit dengan penuh harapan ,doa dan cita-cita . Terimah kasih untuk genangan yang basah yang menghiasi tahun kemarin dengan banyak hal suka duka , kecewa , bahagia atau apapun itu .


Komentar
Posting Komentar