Pewarta Tulisan Dan Cinta

 


Cinta , Ungkapan rasa yang pernah ku simpan sebelumnya sebelum ku ungkapkan . Yang hadir dalam prosa-prosa bahasa kiasan yang indah tak mengenal ruang dan waktu . Jangan tanyakan kenapa aku memilihmu , sebab tuhan telah mempertemukan kita sendiri sebagai kekasihku . 

Tapi inilah bentuk cinta kasih yang harus ku persembahkan padamu tanpa ada ego apapun untuk ku miliki mu sepenuhnya . 

Bukan ego yang ku pegang teguh tapi cinta memelukku agar mencari,pelukan dalam hangatnya bercumbu , Syairku dan syairmu menyatu menjadi satu dalam narasi bahasa rasa cinta kemanusiaan dan kebebasan.


Padamu kasihku yang berteriak lantang di jalanan, Syair-syairmu membakar semangat kawan-kawan seperjuangan Pada ganasnya kehidupan, kata-kata, yang menjadi senjata menerobos masuk ke dalam bilik-bilik dada Api semangat membara dalam sanubari.


Tulisanku dan kekasihku Aku merangkai bahasa rasa dan menenun falsafah kasih sebagai bentuk cinta representasi dan solusi Narasi ini menjunjung tinggi esensi dari diri Kau, aku dan tulisan yang tak bisa di 

lepas pisahkan

Sebab tulisan dan kekasih juang ialah 

nyawa yang tak tercerai dengan tubuhku.


Kepalan tangan kekasihku 

Tak bisa di pisahkan dengan kepulan 

tanganku

Sekalipun amarah menyelimuti raga 

Kata pencerahan lawan

Aku marah untuk kawan-kawan yang di 

intimidasi

Bahkan di injak-injak oleh polisi.

Kasihku, narasi revolusi tak tercapai 

kalau hanya sekedar duduk dan 

berdiskusi 

Sebab revolusi bukan mereka dan duduk 

santai dengan secangkir kopi

Tapi dibutuhkan representasi untuk 

tercapainya revolusi sejati.


Tulisanku dan kekasihku

Di bawah naungan kasih nan sayang

Cinta masih terpatri di sanubari

Merasuk Sukma cinta bertahta sebagai

sepasang kasih yang melawan 

Komentar

Postingan Populer