Demokrasi Kampus Dalam Cengkraman Birokrasi.


Demokrasi Kampus Dalam Cengkraman Birokrasi

Harus ada perlawanan dengan cara apapun

(Alber Camus)

Mengaktualisasi diri, Terus bergerak agar tidak terinjak dab berteriaklah agar di dengar. Saya pinjam kata orang-orang hebat yang tak mau tunduk pada kemapanan dan status Quo. Karena beberapa tahun belakangan ini tak pelik lagi ketakutan kitalah untuk mengatakan kebenaran yang selama bertahun tahun untuk memberikan ruang dan kesempatan untuk menindas kita ataupun memberengus demokrasi kampus. 

Haris Azhar, S.H,M.A, Aktivis Hak Asasi Manusia, Ia pernah katakan bahwa “ Jangan pernah takut. Kenapa ? karena ketika kita takut akan muda dan sering di bodoh-bodohi dan ketika kita bodoh maka akan di injak-injak dan bahkan di tindas dengan semena-mena. Kalau kita berani dan jujur untuk terus mengatakan keadilan dan membongkar segala kejahatan maka keberhasilan akan nampak di depan mata kita, kuncinya berani.

Universitas merupakan wadah atau labolatorium bagi suluruh mahasiswa untuk bebas mengembangkan dan membentuk jati diri dalam rangka mempersipkan diri menjadi pemimpin masa depan untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Dalam proses pembentukan jati diri mahasiswa dan pemuda harus merasakan kemerdekaan diri, tak ada yang mengganggunya untuk mengembangkan potensi dan aktualisasi diri sebab kampus adalah wahana belajar yang juga bisa menciptakan stabilitas dan iklim demokrasi yang baik tanpa melakukan cara-cara yang bersifat menyimpang dan merugikan orang lain. Birokrasi tak ada hak untuk kemudian memutuskan secara sepihak bagaimana alur dan siklus demokrasi mahasiswa itu berjalan, Pada hakikatnya kondisi demokrasi nasional dan daerah tergantung praktek politik yang kita laksanakan di ruang akademik.

Iklim dan demokrasi ini lah yang coba kita ciptakan yang bernuansa menuju masa depan kelembagaan kampus yang lebih baik tanpa ada sekat dan sentimen yang coba di bangun satu sama lain karena itu adalah sebaik baiknya toleransi.

Bukan seharusnya mendapatkan tendensi yang lebih besar atau batasan-batasan ruang untuk berproses lebih jauh karena cengkraman birokrasi terlalu kuat atau bahkan larangan-larangan dari mahasiswa dan bahkan senior-senior yang memiliki kekuatan super power untuk melegitimasi kekuatan dan simpul birokrasi tersebut.

Dewasa ini bisa kita melihat bagaimana berbagai dinamika yang di pertontonkan di mana adanya sekat untuk menguasai satu sama lain sehingga menimbulkan beberapa kerugian dari mahasiswa yang tak punya kekuatan lebih untuk membendung cengkraman birokrasi.

Di sinilah kadang-kadang ada perampasan hak yang secara halus memperbudak mahasiswa itu sendiri sehingga menjadi takut dan minder jika tidak mampu melawan kemapanan dan kejahatan terstruktur yang mengancam siklus demokrasi kampus. Kalau pun birokrasi menanamkan sifat-sifat yang feodalisme, secara tidak langsung akan mengancam atau menghancurkan eksistensi mahasiswa, kebebasan mahasiswa, gagasaan mahasiswa dan mental leadership mahasiswa jika tidak mampu melawan karena akan terbentuk kelas-kelas sosial baru dalam kalangan mahasiswa baik yang condong kepada birokrasi maupun yang bersikap oposisi. Itu pun jika kita satu nafas yang berhaluan oposisi tanpa membangun sektarian gerakan yang menjadikan strategi menjadi pincang karena ego satu sam lain.

Jika kebebasan kita terlalu kental sikap kontrol birokrasi maka tumbuh kembang mahasiswa juga akan menjadi pragmatisme dan sering melakukan budaya hedonisme yang juga dapat berdampak pada sikap apatisme.

Namun penanaman ajaran sejak awal bermahasiswa menjadi kental bahwa menjadi mahasiswa harus merdeka dalam pola pikir akal sehat, Jangan mau di jajah atau di tindas oleh birokrasi maupun senioritas.

Kalau sistem terus seperti ini yang di bangun dan di terapkan dalam pesta demokrasi kampus maka niscaya ini dapat menjatuhkan marwah kelembagaan mahasiswa bahkan sikap mahasiswa itu cenderung apatis jika pemilu raya kampus di camur tangani oleh birokrasi yang bermain secara terstruktur , terorganisir dan terprogram. Hal ini kemudian menjadi tamparan besar mahasiswa yang dulunya di perjuangkan dengan darah dan hari ini bagaikan tak mempunyai wibawa sebagai kebebasan demokrasi.

Tolonglah memberikan ruang seluas luasnya untuk mahasiswa bisa terus berdinamika dengan caranya sendiri tanpa ada campur tangan birokrasi. Jangan sedikit pun membatasi peran dan fungsi sebagai agen perubahan untuk bisa menciptakan kreativitas dan aktualisasi diri yang baik.

Menepatkan birokrasi sebagaimana manusia yang lebih dan maha tahu bukan dapat menyebabkan berada dalam situasi baik-baik saja sebab demokrasi dalam hal apa yang di perjuangkan oleh mahasiswa merasa terancam oleh ulah beberapa senior yang harus di kultuskan ataupun di dewakan. Ini akan menghambat perkembangan kreativitas berpikir generasi jika terus-terusan berada dalam cengkraman mereka. Dalam kondisi inilah kita mematikan potensi kita sebagai generasi bangsa yang seharusnya mempunyai kekayaan alam pikir yang melimpah tetapi dengan sendirinya terpenjara dalam diri sendiri dan sangat ketergantungan dengan seseorang yang mempunyai otoritas tinggi dan legitimasi kuat.

Dalam dunia bermahasiswa atau akademik seharusnya kita menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, kebebasan dan penghormatan satu sama lain sebagai upaya kita saling memanusiakan tanpa ada dominasi dan penggiringan sebab integritas seorang pejabat birokrasi tidak di liat atau tak di ukur melalui kemampuan teoritis dan retorika melainkan tindakan-tindakan praktis yang menjadi contoh untuk generasi tetapi jika menyimpang dan menyeleweng dari orientasi sesungguhnya maka yakin dan percaya pasti akan di lawan.

Cara terbaik melawan birokrasi yang coba memainkan segala dinamika dan ruang-ruang mahasiswa dengan membongkar segala kebusukan yang mereka miliki, dengan menyikap dan menjelaskan perbuatan busuknya yang ada di publik maka dengan demikian niscaya citranya pasti akan rusak yang selama ini di bangun dan di pertahankan sedikit demi sedikit mulai tergoncang bahkan di runtuhkan dengan krisis kepercayaan dan legitimasi.

Selamatkan demokrasi kampus dalam Cengkeraman Birokrasi , Biarkan mahasiswa berdinamika 🔥


Komentar

Postingan Populer