Bentrok Di Kota Kendari . Insan Pers Harus Independent Dalam Menyajikan Berita Fakta Lapangan , Jangan Memihak .
Ketua DPK GmnI FISIP-UHO
Rasmin Jaya
Bentrok Di Kota Kendari . Insan Pers Harus Independen Dan Netral Dalam Menyajikan Berita Fakta Lapangan , Jangan Memihak .Sabtu 18 Desember 2021 Ketua DPK GmnI FISIP - UHO Rasmin Jaya menanggapi beberapa pemberitaan insan pers yang ada di media local maupun media nasional bahwasannya jangan ada pemelintiran atau pemihakan dari sala satu pihak atau kelompok yang merangkum sebuah kronologis kejadian , harus berdasarkan fakta dari beberapa sumber yang ada , Semuanya harus di mintai keterangan untuk mendapatkan keterangan yang rill meski kejadian tersebut masih dapat di indrai oleh kasat mata tetapi meski di ketahui juga apa yang menjadi faktor yang me latar belakang kejadian tersebut.
Rasmin Jaya selaku ketua DPK GmnI FISIP mengungkapkan bahwa insan pers yang ada dalam pilar demokrasi harus tetap bersama –sama rakyat , jangan ada yang coba di manfaatkan dalam situasi dan kondisi genting tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar baik di sektor ekonomi maupun politik maupun hal-hal yang lain.
“ Tak ada yang menduga kejadian ini bisa terjadi dan bias seperti ini yang mengatasnamakan konflik suku dan sara apa lagi telah banyak di brending di media. Memang tsk seorang pun yang coba mengalami ketidakadilan , penghinaan atau ketidakberdayaan di tengah masyarakat yang heterogen ini ketika kemanusiaan harkat dan martabat sesama manusia terancam oleh kepungan kekerasan dan kebencian karena hal-hal tersebut akan sangat menghambat dari pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Kita yang lahir dari benturan peradaban sehingga hidup dalam masyarakat sosial society yang berbeda keberagaman agama, suku, etnis , ras dan budaya sehingga sikap toleransi harus selalu dan tetap di junjung tinggi” Ungkap Rasmin Jaya selaku ketua DPK GMNI FISIP-UHO.
"Jika pun ada aktor intelektual yang memainkan ini atau melakukan By Desain , semoga bisa di tangkap dan bisa mempertanggungjawabkan nya sesuai dengan ketentuan hukum yang ada karena mengorbankan banyak pihak dan telah menimbulkan kerugian khususnya hilangnya nyawa manusia.
“Berkalang hidup dalam perantauan dari berbagai lini sektor baik ekonomi , pendidikan maupun politik yang jauh dari orang tua tentunya mengharuskan kita harus tetap waspada dan menahan diri agar tidak mudah terprovokasi dan termakan Hoax apa lagi masyarakat jika tak bijak menanggapi berbagai kejadian yang ada pasti akan mudah terhasut dan hanyut dalam persoalan tersebut’.
Rasmin Jaya menambahkan oleh karena itu di butuhkan peran dari berbagai instrumen baik TNI, POlRI , Elit-elit politik , pemerintah, masyarakat maupun insan pers harus bisa memastikan jaminan keamanan masyarakat kota atau daerah agar tindakan kekerasan dan ketakutan dapat di minimalisir atau di hindari agar tidak terjadi lagi untuk yang kesekian kalinya .
Kita sudah cukup mengalami masa kelam yang amat keji tentang berbagai rentetan tragedy berdarah di masa lalu , Jangan sampai terjadi terus di generasi hari ini dan di anak cucu kita ke depan. Kita harus banyak belajar dari sejarah agar bisa merefleksi perjalanan bangsa dan daerah kita tercinta ini. Meski banyak persoalan kemanusiaan yang sampai sekarang belum melihat keadilan olehnya itu jangan ada lagi korban-korban yang berjatuhan, hal tersebut tentu menguji juga netralitas institusi kepolisian dan pemerintah provinsi agar kejadian tersebut tidak di biarkan berlarut larut apa lagi terjadi pembiaran , jaminan keamanan dan keselamatan masyarakat jauh lebih penting di banding kepentingan pragmatisme segelintir orang. Tutur Rasmin Jaya “


Komentar
Posting Komentar