Masa Lalu Adalah Pelajaran Melihat Masa Depan !
Rasmin Jaya
Kau adalah Historis yang harus tetap ku baca. Saya adalah tipe yang ketika bermahasiswa sangat menyukai sekali buku - buku tentang sejarah , baik perjalanan bangsa, pergerakan mahasiswa atau apapun itu. Namun tak sedikit dari kita selalu terhantaui peristiwa masa lalu apa lagi ketika membangun hubungan kisah cinta dan asmara.Sebuah perjalanan , peristiwa selalu ada saja untuk mengumpulkan serpihan -serpihan kenangan , merekam setiap memori bahkan jejak menjadi sebuah cerita indah namun menyedihkan terangkum dalam sebuah sanubari , meski ada caci dan maki tersembunyi dalam tapi itu bagian drai ungkapan sebuah kekecewaan .
Kita hanya bisa meninggalkan perasaan sedih , bahagia , kecewa bahkan terluka pertanda kita pernah ada untuk dia di hatinya , Semakin banyak aku menulis diksi ini semakin banyak rasa ini bergejolak membara . Meski ini harus menjadi teman terbaikku dalam menumpahkan setiap goresan yang entah sebanyak apapun aku tetap diam membisu seribu bahasa .
Hari –hari kita telah berganti , suara keriuhan selalu berkumandang di kejauhan menitipkan asa dan rasa , berbarengan dengan jalanan kota yang mulai kesepian . Mentari terakhir kita telah terbenam , masih dengan harapan dan cita –cita yang sama yang belum sempat kita wujudkan termasuk cinta itu . Di antara hiruk pikuk dan carut marut keadaan sekitar kita .
kehidupan ini baru membuat kita sadar bahwa setelah kepergian baru kita merasakan apa arti kehilangan . Menyesali nasib , menyalahkan takdir bukanlah suatu solusi yang meski kita terus ucapkan dengan penyesalan karena kita yakin ini adalah rencana tuhan , sebab kematian , jodoh dan rezeki sudah di aturnya .
Meski di antara gemilang sunyi , sepi dan sendiri hidup harus terus di perjuangkan. Dengan beban berat masa lalu , tiba –tiba kita terduduk diam dan membisu memikirkan hal –hal apa yang telah kita lakoni dulu , dengan satu perasaan cinta dan sayang yang sama membuat hati ini sedikit bisa terobati meski kisah itu hanya sebatas Nostalgia yang berceceran pada serpihan –serpihan kenangan yang entah menjadi masa lalu atau untuk masa depan .
Kita pernah seindah itu nampaknya ‘ Melanjutkan apa yang telah kita lakukan dulu itu sungguh mustahil mengulang ulang cinta tak mungkin sama seperti yang kita jalani . Lalu kenapa kita mesti serumit ini , dengan perasaan dan jiwa yang harus kita korbankan . Padahal , dulu kita teramat lugu dengan sikap kejujuran teramat dalam satu sama lain . Kita bisa jatuh hati begitu saja dengan air mata yang sempat bercucuran dan tak sempat aku tada di pipi dan bibir meronamu .
Dewasa ini semakian banyak asumsi , pertimbangan dan prediksi di kepala dan benak kita untuk memilih yang betul - betul serius dan komitmen untuk membangun hubungan lebih jauh lagi . Meski dulu Cinta sesederhana itu tak perlu syarat apapun untuk kita saling memiliki. Meski sekarang seperti dendam , seburuk apakah aku di matamu , Sampai tak mampu memberikan aku kesempatan untuk aku memilihmu meski aku harus aku menggapaimu dalam ketidakberdayaan .
Meski kita sedang terjebak nostalgia masa lalu , ku yakin meski dulu sempat kita saling kejaran - kejaran namun ku rasa sekarang sayapmu patah oleh sebilah pedang yang mampu menghunuskan pada jiwaku juga . Kita tak mau terus –terusan menanggung rasa penyesalan ini meski bahagia yang pernah kita jalin harus kandas di tengah jalan ini .
Bersambung 🌹



Komentar
Posting Komentar