Tokoh Pemuda Desa Maperaha , Desak KAPOLDA SULTRA Untuk Mencopot KAPOLSEK TIKEP Dari Jabatannya !




Penulis : Rasmin Jaya

Kendari , Kamis 03 Juni 2021 . Tokoh Pemuda Desa Maperaha Meminta dan Mendesak KAPOLDA untuk mencopot Kapolsek Tikep Dari Jabatannya , Kabupaten Muna Barat akibat lambatnya dalam menangani tindak tanduk kejahatan yang menjadi ancaman untuk masyarakat khususnya persoalan pembusuran dan pengeroyokan ! 

Penanganan Kapolsek tikep terhadap tindakan kejahatan akhir - akhir ini menjadi sorotan di mata masyarakat sala satunya pemuda satu ini. Menyikapi kasus penganiayaan dan pembusuran yang terjadi pada hari selasan tanggal16 Maret 2021 pada pukul 24.15 Wita bertempat di desa Laworo. Kecamatan Tikep . Kabupaten Muna Barat tak kunjung usai  membuat tokoh pemuda desa meperaha meragukan kinerja Intitusi Kepolisian dari Kapolsek tikep ini . 

Sehingga perwakilan tokoh pemuda dari desa maperaha ' Rasmin Jaya ' melayangkan mosi tidak percaya dan meminta dan mendesak KAPOLDA SULTRA mencopot KAPOLSEK TIKEP  atas lambatnya kinerja dalam penanganan kasus pembusuran dan pengeroyokan. 

Kinerja kepolisian tikep tidak sigap , promotor tidak profesional dan terpercaya . Cara kerja kepolisian tikep beserta jajarannya sepertinya harus segara di evaluasi sebab ke depan ketika ada persoalan yang timbul menimbulkan sikap tidak percaya lagi terhadap masyarakat atas pelayanan dari pihak keamanan dan ketertiban.

Menurut Rasmin Jaya tokoh pemuda desa maperaha ' Bila perlu Kapolda Sulawesi tenggara menurunkan beberapa personil untuk mengetahui apa Sebenarnya yang menjadi hambatan dan tantangan Kapolsek tikep ini untuk bekerja secara profesional . Soalnya dengan lamanya pihak kepolisian menangani kasus pembusuran dan penganiayaan , Hal itu akan menjadi ancaman bagi masyarakat dan anak - anak bila kejadian serupa terulang kembali . 

Lanjut Rasmin Jaya ' Jika kondisi seperti ini terus di biarkan maka masyarakat Muna barat akan di hantui dan menjadi trauma terhadap ancaman kejahatan yang serupa . Apa lagi pelaku yang di tetapkan sebagai DPO sampai hari ini belum di tangkap tentunya kita merasa was -was terhadap kejadian pembusuran dan penganiayaan ini .

Inilah yang menjadi kelemahan pihak Intitusi Kepolisian tikep , Seandainya sejak awal kejadian mereka bergerak cepat pasti pelaku segera di amankan dan mampu meminimalisir kemarahan pemuda dan masyarakat yang ada di keluarga korban . Hal ini kan terkesan pembiaran dan pihak kepolisian tikep tidak mampu menjalankan kinerja nya dengan baik . 

Dan ketika intitusi kepolisian dari polsek tikep tidak melakukan tanggung jawabnya sebagai pihak keamanan dan ketertibaan dalam melakukan proses pencarian pelaku berarti ada indikasi permainan dan terkesan melakukan pembiaran . Hal ini bisa memperluas gerak gerik si pelaku untuk mengamankan dan melarikan diri di tempat yang lebih jauh .  

Padahal sudah masuk beberapa bulan tetapi masih belum ada keterangan yang jelas . Sementara harapan orang tua korban agar pihak kepolisian bisa secepatnya mencari dan menangkap pelaku pembusuran dan pengeroyokan agar bisa di proses secepatnya karena tiada yang menginginkan anaknya di buat tidak manusiawi dan membabi buta seperti ini dan korban hari ini juga masih dalam proses pemulihan . Orang tua korban sampai rela menggadaikan sertifikat tanahnya hanya untuk biaya operasi sebesar 28 Juta lebih .

Dan jika belum ada penangkapan pelaku ke depan maka kami akan melakukan aksi besar-besaran dan mengepung kantor polsek tikep untuk mendesak agar KAPOLSEK Tikep mundur dari jabatannya jika tidak ada penuntasan kasus dan membawa kasus pengeroyokan dan pembusuran ini sampai di MAPOLDA Sulawesi Tenggara sebab ini adalah masalah yang sangat serius sampai merenggang nyawa nenek korban akibat mendengar cucunya di busur ‘ Tutur Rasmin Jaya Tokoh Pemuda Desa Maperaha

# Melawanlah dengan sebaik baiknya dan sehormat hormatnya !

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer