Perpisahan Menikam Rindu !


Rasmin Jaya

Gemetar ku menulis narasi ini menahan pedih , perih dan rasa rindu di relung ini . Untukmu kawan , rinduku akan menahlil namamu dalam doa penuh harap agar temu terkabulkan ! 

Ku tuturkan setiap kata dan bait dari perasaan asa rasa dan karsa ! Bagi saya rindu tak pernah mengenal tempat di saat jarak dan waktu memisahkan . Namun paling tidak saya tetap rasional ketika menemukan sesuatu yang perih , Ini juga seperti apa yang di alami kekasih yang merasakan seduh sedan ! 

Kemanapun derapmu melangkah , Ada tempatmu kau menuju . Jika rindu dan perpisahan ini kau sebut sebagai hukuman tuhan , bagaimanakah dengan rinduku , apakah ku sebut sebagai karma karna telah membuatmu merindu . kau menancapkan mimpi di setiap pengharapan , Agar kelak kau menemuinya dalam rupa . Demikianlah hidup ada yang mengetuk untuk datang Ada pula yang mengetuk datang untuk melambai pergi ! Sungguh di setiap jerih ada upaya dan pengharapan yang kita tuju . 

Sejak ku gapai kecup juangku tak ada gelora lagi yang ku kencup ! Merindukanmu adalah suatu penghormatan bagiku Dan tak akan lekang terkatakan , Selain menua bersama waktu di dada seperti bunga yang berguguran !

Maka tidak ada yang mampu menggugat itu di saat rindu tak terperih sebab di hadapan rindu kita sama tak ada yang salah ataupun benar . Seperti biasa , seperti apa yang kita rasakan setelah pertemuan hadir muncul perpisahan , begitupun senja yan meninggalkan malam . Sungguh rindu ini menikam jiwaku 

Rinduku

Dekat mendebarkan hingga berbagi debat siapa yang pantas di hadapan rindu tentang renut alur cerita yang kita lakoni . jika kita mengadilinya berujung pada pantas atau tidak dan pada akhirnya rindu seperti di pengadilan ! Dalilnya antara pulang dan pura _ pura !.

Untuk sementara akan kembali ku karang cerita untuk asa dan rasa kita berdua untuk kembali mengubur jarak !

Dalam inayat ku haturkan doa _ doa bagi setiap insan sebab rindu adalah suatu keniscayaan ! Sering ku menyisyaratkan belas kasihmu dalam api kehangatan , Kita akan menjadikan satu satunya asa dan rasa ini , kita mencoba untuk saling memiliki walau jarak memisahkan , Kita hanya mencoba menutupi kekurangan dari masing _ masing kita walau aku terus mencurimu diam _ diam ingat ! Namun kata mereka biarkan mengalir seperti air yang menyirami setiap kehidupan ini !

Rindu adalah derita yang terhakimi oleh jarak dan waktu , Sungguh tanganku kembali gemetar menuliskannya walau rindu tak bisa di teriakan namun hanya bisa di dekap dan di rasakan oleh jiwa - jiwa yang tulus .

Rinduku !

Dalam diam , dalam inayatku , dalam doa ku haturkan doa _ doa agar kita lekas bertemu dan aku ingin melihat dan menatapmu dalam dalam dari jauh ! Aku ingin mendengar nada bicara dan suaramu saat mengenalkan diri dari kisah yang kita lalui bersama . Aku ingin merasakan lagi indahnya dunia , seketika waktu berhenti karna jarak dan waktu memisahkan kita dan semesta seolah menghentikan semua aktivitas yang di takdirkan pada mereka hanya untuk mendengarkanmu bicara aku dan kamu tak terkecuali .

Bagaimana sebenarnya kejujuran bekerja dalam kasih sayang dan rindu ini , ketika kita memutuskan untuk menjauh kenapa raga ini mendambakan kedekatan . Ketika rindu , seberapun pekatnya tak tersampaikan kecuali bertemu aku dan kamu ! Begitulah , sejak pertama aku mengenal hatimu , aku percaya bahwa kejujuran akan benar _ benar berarti dalam cinta dan kadang kita menjadi hamba bagi sebuah rasa , tak menipu diri dengan rekaan yang kita cipta ! 

Luka yang kau tawarkan kita telah ku rasakan , meskipun tak berdarah bukan berarti tak luka sebab ini hati dan perasaan yang tersakiti dan terlanjur sirna , sebagimana menangis tak selalunya berair mata . Bodohnya kita bersepakat dulu merasakan cinta tanpa berniat untuk membalas dan membangunnya kembali , menikmati luka yang kita cipta tak terperih , sungguh tak terperih , menikmati perih tanpa merintih kau rasakan dan dalam kedalaman hati kau menuturkan harapan dan doa _ doa , menahlil namamu dalam inayatku , meskipun ku tau suatu saat nanti akan ada cinta yang hadir tanpa menyapa , Saat nanti lukamu akan sembuh dengan sendirinya !

Kau berterus terang saja , betapa sepih hidup tanpa sahabat , barangkali ketika tiba waktu untuk jujur , kita akan mengaku dalam diam , dalam inayat , dalam doa _ doa kau lantunkan . Sebab kita $ama_ sama mendamba keteduhan dalam hati yang suci , itu rasa yang tak pernah bersepakat , bersitegang , lalu jarak akan menyusut dengan sendirinya !

Rinduku

Perihal rindu hanya perlu kau melipat jarak dan waktu untuk merasakan itu . Menjadi tumpukan supaya temu dapat kau gapai dan biarkan waktu bercerita tentang kisah dalam lembaran _ lembaran putih itu !

Apakah kau rasakan sebagai wanita , saat sayap _ sayapmu telah patah pada cinta yang tak lagi bersemi . Saat rindu yang tak bisa lagi kau gapai , Sungguh Kita hanyalah kisah yang tak mungkin bisa kita rajut kembali dalam benang kasih !

Bukankah itu yang kita rasakan dalam keadaan sekarang terpisah ruang , jarak dan waktu , Sungguh pintaku selalu bertutur Apakah kita percaya bahwa cerita tentang bahagia memang selalu tampak sederhana di permukaan tapi di balik itu semua ada jerih dan upaya yang di usahakan sebuah kerelaan , upaya menenggelamkan Ego , dan segala Iktiar menerima apa adanya .

Ku rasa itu adalah sebaik baiknya pengharapan dalam doa _ doa seorang sahabat namun aku akan selalu menangkap makna yang di tersirat dan tersurat dari setiap raut wajahmu . Aku ingin merasakan kembali bagaimana pertama kali mengenalmu , mendambamu , mengagumimu . Aku selalu ingin mengenang dan mengingat ingat moment itu , sampai aku lupa bahwa ku rasa kenyataanya kita semua telah menjalani sebuah cerita cita , cinta dan harapan !

# Rindu .

Komentar

Postingan Populer