Kesejahteraan Masyarakat Muna Barat Antara Harapan Dan Kenyataan !




Penulis : Rasmin Jaya 

Menelisik perjalanan Muna Barat . Jika di tinjau dari Sosio- Historis nya Muna barat adalah daerah Otonomi baru yang mengalami pemekaran semenjak 2014 yang merupakan suatu kesatuan dari Muna induk yang hanya terpisah secara administratif . Mekarnya Otonomi daerah tersebut bukan tanpa sebab melainkan ada proses penjang tentang harapan yang harus di rubah sala satunya adalah proses pemerataan dan kesemederajatan pembangunan , ekonomi dan pemberdayaan SDMnya . Proses tersebut di perkuat juga dalam Undang - Undang Dasar 1945 pasal 18 tentang pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahan yang di terapkan dengan Undang - Undang secara seksama.

Kabupaten Muna Barat sebagai daerah otonomi baru yang mekar pada tahun 2014 merupakan impian besar kepada seluruh masyarakat  berharap ada Rahmat Muna barat yang lahir dari putra daerah sebagai sosok pemimpin yang mampu mengubah cita - cita bukan sekedar angan-angan dan iming-iming di siang bolong tetapi kenyataan yang harus di gubah menjadi nyata . Awal muasal kepemimpinan Muna barat bapak  L.M  Rajiun Tumada sebagai PLT bupati , Awal menjabat dia menunjukan sepak terjang yang sangat gemilang .

Selanjutnya pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 L.M Rajiun Tumada terpilih sebagai bupati Muna Barat yang defenitif . Sejarah kepemimpinan beliau menunjukkan dan memperlihatkan semangat untuk membawa daerah otonomi baru sebagai daerah yang maju , berkembang dan berdaya saing dengan daerah - daerah lain dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan daerah sehingga hubungan sosial antara politik dan masyarakat semakin kuat .

Proses pemerintahan yang berjalan 3 tahun beliau memundurkan diri untuk mencalonkan pada Pilkada di kabupaten muna tahun 2020 hal ini memperlihatkan kelemahan pemimpin politik kita dalam kurun waktu 3 tahun baik itu kelemahan pada saat menjabat sebagai PLT masa periodenya maupun pada saat sebagai Defenitif dalam masa periode kepemimpinannya sebab telah mengingkari amanat rakyat yang telah di embannya . Soal janji dan Visi Misi mereka kepada warga muna barat soal belum terpenuhi secara merata khusunya soal jalan bahkan sudah 3 kali penganggaran belum juga di gunakan secara baik sebagai sektor perputaran ekonomi, pembangunan sarana dan pra sarana yang belum tuntas sehingga sebagian kantor - kantor dinas memakai aset desa untuk tempat bernaung.

Sehingga proses pemerintahan di desa tak berjalan dengan baik dan proses penyelesaian masalah _ masalah di daerah tak kunjung selesai , Hal ini telah membentuk kesan dibenak warga muna barat bahwa pemerintah daerah merupakan pemimpin yang tak bisa di pegang ucapannya dan terkesan melakukan pembohongan publik sehingga yang menjadi korban adalah rakyat itu sendiri . Dan tak hanya itu bahwa menjadikan muna barat sebagai batu loncatan untuk kepentingan politik mereka hal ini seakan mengingkari amat rakyat . 

Hal itu kemudian memberi kita pelajaran dan hikmah bahwa pemilu adalah instrumen politik demokrasi Indonesia yang memberi ruang kepada warga untuk menyeleksi pemimpin politik yang baik , bijaksana dan mampu menjaga amanat rakyat . Maka dengan demikian , jika terbentuk Pendidikan Politik yang rasional maka akan terciptanya Pemilu yang berkualitas sudah pasti, warga akan menentukan pemimpin politik yang berorientasi masa depan bukan pemimpin bukan yang bertopeng kebohongan dan hanya mengumbar janji untuk memuluskan kepentingan politik semata . 

Selanjutnya fasilitasi jalan yang belum memadai sampai ke pelosok pelosok desa sehingga menghambat aktivitas petani untuk berkebun dan melakukan distribusi hasil produksi pertanian . Hal ini membuat pemerintah ini mendapat sorotan dan kecaman. 

Kurang pesatnya pertumbuhan ekonomi dan tidak di berdayakan sektor - sektor yang menjadi sumber produksi sehingga terjadi kelumpuhan distribusi perekonomian pada kenyataan ini kita merasa sadar untuk tidak selalu bergantung pada pemerintah. Padahal Muna barat di kenal dengan sumber daya yang melimpah namun belum termanifestasi kan dengan balik khususnya di sektor pertanian dan perkebunan . 

Namun sampai akhir dengan proses peralihan pemerintahan dari L.M Raji'un Tumada ke DRS. Ahmad Lamani janji bupati belum sepenuhnya ditepati sehingga warga muna barat merasa kecewa karena dibohongi berulang-ulang kali dan hal ini bupati harus mendapatkan kritikan yang lebih pedas . 

Sangat di sayangkan juga , apa lagi keberadaan DPRD Muna barat tidak begitu terasa di kalangan masyarakat akan kontribusinya terhadap program yang mereka tawarkan selama ini pada saat mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif , Visi - Misi yang di umbar pada saat melakukan sosialisasi untuk meraup suara hanya lewat bagaikan angin segar .

Catatan di atas, bukan semata untuk mencatat keburukan-keburukan para pemimpin kita pada periode sebelumnya, terutama mereka yang kebutulan menjadi Bupati di Muna Barat . Tapi lebih jauh merupakan bahan perenungan kita supaya kelak kita mampu menemukan sosok pemimpin yang tepat , mampu mendongkrak , mengelola pemerintahan secara efektif dan demokratis sehingga menghasilkan prestasi yang gemilang bagi masa depan Kabupaten Muna Barat .

Memilih Pemimpin Yang Berorientasi Masa Depan bukan untuk menjadikan daerah sebagai batu loncatan untuk kepentingan politik semata . 

Sejarah adalah pelajaran yang berharga. Masa lalu dan masa kini , merupakan modal utama bagimana masa depan terbentuk. Demikian pula dalam mendesain kepemimpinan otentik di masa depan. Sejarah perjalanan Muna Barat telah mengajarkan kepada kita, betapa kepemimpinan kita kerap hanya melakukan janji semata dan membangun dinasti politik yang tak bisa di bendung . Jika bercermian dari realitas politik kepemimpinan RT dalam kurun waktu 3 Tahun setelah defenitif . Sebagaimana yang sudah digambarkan sebelumnya diatas.

Sayangnya pemerintah tersebut tidak mempersoalkan kepatutan . Tidak sedikit di antara mereka kurang memahami bahwa politik adalah panggilan dan pengabdian untuk rakyat . Sejatinya seorang pemimpin harus memiliki jiwa tersebut , Tampaknya bangkitnya kegelisahan ini yang membuat kita cukup bereaksi dan cukup kritis dalam melihat segala fenomena kepemimpinan dan ketimpangan di masyarakat .  

Melihat realitasnya kepemimpinan politik sebelumnya maka terkesan membangun kekuatan politik dinasti yang tak bisa di tabrak. kedepan harus dicari pemimpin yang betul-betul memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan otentik bukan irasional dan suka melakukan Obral Janji . Ialah pemimpin yang memiliki visi masa depan yang cermat, mampuh berkomunikasi dengan baik dan efektif serta jujur dalam perkataan dan tindakan.  

Hal demikian tergantung dari kejujuran elite politik dalam memberikan pendidikan politik kepada public sebab masyarakat adalah kekuatan politik yang tak bisa di bendung . bekerja dengan penuh keyakinan , sepenuh hati dan tak menjanjikan mimpi di siang bolong . Mengajarkan bagaimana menentukan pemimpin politik yang bijaksana terhadap rakyat di Kabupaten Muna Barat , agar warga pun dapat memilih pemimpin politik kali ini yang memiliki sifat amanah , dapat dipercaya , benar/teladan , komunikatif/transparan dan cerdas visioner. Dan sosok pemimpin itu dapatlah ditebak adalah seorang figur yang dapat menerima amanah daerahnya secara benar, bukan menghianati dengan melakukan kebohongan-kebohongan diruang public .

Terkait dengan hal tersebut , Momentum 2024 ke depan merupakan langkah penentuan yang tidak bisa kita anggap enteng , Kita harus serius dalam memilih pemimpin , pemimpin politik yang berorientasi masa depan yang mendobrak dan melakukan sepak terjang untuk membawa muna barat ke arah yang lebih baik lagi bukan penuh dengan sifat kebohongan dan kemunafikan yang di bangun . Itu dapat terkabulkan apabilah terjadinya Pemilu berkualitas karena dilakukan Pendidikan Politik secara rasional dan pada akhirnya Pemilu 2024 melahirkan Pemimpin Politik yang berorientasi masadepan .

Apa lagi di tengah ingat bingar euforia politik menjelang momentum pesta demokrasi , ada banyak pelaku politik yang alih - alih mempu membawa kekuasaan politik pada tujuan kesejahteraan masyarakat justru sama sekali tidak memahami benar hakikat , makna dan fungsi politik , kekuasaan dan juga kepemimpinan politik yang bijaksana . Tidak sedikit para pelaku politik yang bermunculan yang mendeklarasikan dirinya sebagai putra daerah tetapi di samping itu ada kepentingan terselubung yang tak bisa di hindari .

Pemilu 2024

Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat tahun 2024 merupakan ujian bagi rakyat di Muna Barat untuk memilih pemimpinnya secara langsung. Suara rakyat adalah kunci yang menentukan bagi kehadiran sosok-sosok pemimpin politik di Kabupaten Muna Barat. Itulah logika demokrasi politik , di mana rakyat pada akhirnya menentukan dalam memberikan legitimasi politik atas personalitas dan lembaga-lembaga politik yang ada.  

Hal yang paling mendasar dari proses demokrasi politik ialah bagaimana rakyat mampu menentukan dan memilih para calon pemimpinnya. Kesalahan memilih dan menampilkan sosok pemimpin politik di kabupaten Muna Barat ke depannya akan berdampak buruk tidak saja bagi rakyat yang memilihnya , melainkan masa depan Kabupaten Muna Barat yang dipertaruhkan. Oleh karena itu, kecerdasan memilih pemimpin , amat dibutuhkan tanpa ada iming _ iming Money Politik . 

Pada dasarnya , rakyat di kabupaten Muna Barat , harus mengenali para calon pemimpin yang akan dipilihnya nanti , sehingga mampuh memberi aspirasi secara maksimal dan bijaksana dalam mengambil keputusan dan akhirnya memutuskan pilihannya secara tepat. Tidak seperti membeli kucing dalam karung , yang kemudian kita dianggap sebagai pencipta kebohongan karena kita memilih pemimpin yang suka melakukan Obral Janji . Disinilah pendidikan politik menjadi demikian penting . 

Pendidikan Politik

Pendidikan politik dan sosialisasi politik menjadi tanggungjawab semua pihak . Khususnya para elite politik yang memiliki kedudukan strategis atau sedang memiliki peran sentral dalam sistem politik. Tanpa terjadinya pendidikan politik yang sehat dan baik, maka dipastikan tidak akan terjadi peningkatan kecerdasan politik public. Pada akhirnya public akan selalu terjerumus dalam kesalahan-kesalahan yang sama dari waktu ke waktu dalam menentukan pemimpinnya dan akan selalu di jadikan kambing hitam dalam kepentingan para elit politik , hal ini kemudian yag mesti kita antisipasi bersama . 

Keteladanan para elite politik memang menempati porsi cukup besar dalam proses pendidikan politik bagi public apa lagi Kabupaten Muna Barat sebagai daerah Otonomi baru otomatis demokrasinya masih terkesan belajar berjalan dan merangkak . Hal tersebut tentu tidak bisa diabaikan . Dalam teori politik , elite politik lapis atas dan menengah akan terus menjadi "Panutan" bagi kalangan akar rumput walaupun dalam beberapa aspek, logika politik yang mengedepan kerap berbeda cara pandang.

Proses pendidikan politik , sesungguhnya juga muncul dari dalam public itu sendiri. Mereka bukan komuditas politik yang bersifat diam yang tidak sepenuhnya belajar dari pengalaman ke pengalaman. Melainkan sejatinya, public punya mata dan telinga tajam dalam memperhatikan , menyingkapi dan merespon peristiwa-peristiwa politik yang pernah dan telah mereka alami.

Kekecewaan terhadap para pemimpin yang sering melakukan pembohongan dan pengingkaran terhadapa amanat rakyat yang telah mereka pilih terdahulu membuat mereka mempertimbangkan untuk memilih kembali. Mereka menyadari dengan sungguh agar tidak mengulangi kesalahan yang sama karena rakyat sudah cukup lama menggantungkan harapan dan keinginan untuk maju . 

Dari sinilah seharusnya elite politik menyadari bahwa public tidak buta dan tuli dalam memilih pemimpin politik . Tetapi warga akan selalu sadar dan kritis dalam memilih dan menentukan pemimpin politik yang akan datang secara cerdas. Sehingga pada pemilu kali ini dapat dipastikan warga di Kabupaten Muna Barat tidak lagi buta dan tuli dalam memilih pemimpin politik yang bertopeng kebohongan dan kemunafikan hanya untuk melanggengkan kekuasaanya .

Rakyat terasa amat kecewa dengan kemelut politik dan dinasti politik yang coba di bangun oleh para elit penguasa kita . Sungguh ini sangat menambah barisan sakit hati masyarakat muna barat atas pengingkaran amanat yang telah di emban oleh bupati muna barat . Hal ini kemudian nampak terkesan bahwa pemimpin kita gila kuasa , merebut jawatan dan popularitas untuk kepentingan diri mereka . Dalam keadaan rakyat yang sedang susah sekarang bergelut dengan segala persoalan mulia dari iming _ iming perusahaan yang ingin menyerobot lahan masyarakat , infrastruktur jalan yang belum memadai , bangunan yang tak kunjung terealisasi dan janji pembangunan asrama mahasiswa muna barat , akibat dinamika politik Oligarki inilah sehingga mereka langung tidak peduli dan sanggup menambah lagi derita rakyat .

Kita mesti sadar atas Realitas ini , tak bisa di biarkan daerah kita hanya di jadikan sarang kepentingan . Yang telah bersumpah dan membela nasib rakyat atas tanah leluhurnya tetaplah berdiri pada kebenaran yang kokoh . Jika ke depan terjadi lagi perebutan kuasa dan pengingkaran terhadap amanat rakyat maka rakyat harus sadar untuk tetap melawan tirani kekuasaan yang hanya mementingkan kepentingan mereka . 

Oleh nya itu ke depannya lah peluang rakyat untuk memilih pemimpin mereka yang berjiwa pembaharu dan hal tersebut tak bisa kita pandang remeh karna kita menginginkan pemimpin yang betul _ betul berkhidmat untuk rakyat , daerah dan negri bukan untuk partai atau diri sendiri . Maka demikian hal tersebut dengan Rantai kesadaran rakyat lahir dari kondisi dan situasi yang di hadapapi dan mencekam masyarakat yang sudah tidak sesuai lagi dengan cita _ cita daerah dan harapan masyarakat . Ada jarak yang terbentang antara realitas dan idealita yang di harapakan . Hal ini perlu di respon berbagai situasi dan kondisi tersebut atas dasar kesadaran moral , tanggung jawab pemuda , pengabdian sosial dan kepedulian politiknya . Hal ini kemudian perlu di pupuk di tengah _ tengah masyarakat untuk menakar permainan para elit politik dengan kekuasaannya ! 


Rasmin Jaya 

Tokoh pemuda desa maperaha ! 






Komentar

Postingan Populer