Kebijakan Pemerintah Plin Plan Terhadap Pelarangan Mudik Lebaran !
Tapi jika melihat dan menelisik kebijakan Pemerintah yang melarang masyarakat untuk mudik lebaran adalah sesuatu yang sangat Konyol dan tidak masuk akal . Sebab kami menilai apa yang menjadi alasan pemerintah masih tetap sama dan ini adalah lagu lama yang selalu di gembor-gemborkan di media .
Seharusnya kita mampu mengambil perbandingan dengan kejadian-kejadian sebelumnya terkait kebijakan pemerintah dengan aktivitas pilkada , pertambangan dan lain sebagainnya . Justru dalam masa pendemi seperti ini ketakutan kita tidak hanya berkutat covid 19 tetapi ada ketakutan yang lebih besar lagi yaitu pada pemegang otoritas kekuasaan atau pemangku kebijakan dan nampaknya hal tersebut menjadi momok menakutkan di kalangan masyarakat terhadap pelarangan Mudik di momentum lebaran idul Fitri ini .
Sungguh ironis , kita sangat di buat cemas terhadap respon pemerintah yang berat sebelah . Mereka seolah menempatkan wabah ini sebagai peluang untuk kepentingan kelompok dengan otoritas yang mereka miliki tanpa mempertimbangkan psikologi Masyarakat yang seharusnya setiap momentum lebaran lebaran bisa berkumpul sama keluarga tetapi akibat kebijakan ini bisa saja dapat membuat jarak untuk tidak bertemu .
Carut marut dan keriuhan Covid 19 sudah cukup membebani hati , menguras akal dengan kebijakan pemerintah yang selalu mengangkat isu tersebut . Sementara kita melihat pemerintah justru memanfaatkan pendemi ini dengan terus berupaya dan memaksakan keadaan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sebesar-besarnya dan pasar besar untuk melanggengkan kapitalisme Meksi dengan hal tersebut banyak yang menjadi korban dengan kebijakan yang di keluarkan tanpa perduli dengan Entitas lain .
Masyarakat kita di himbau untuk tidak mudik , tetap di rumah dan jangan resah tetapi gambaran realitasnya kita membawa kesadaran Lain untuk ragu bahkan tidak percaya terhadap tindakan kekuasaan yang masih banyak kontroversial .
Apa yang saya lihat dan ingin saya katakan bahwa seandainya keputusan politik dari pengambi kebijakan sejak awal membuat keputusan politik secara tegas untuk mencegah persebaran covid 19 dan jauh - jauh hari tersedia dana publik untuk riset kesehatan pasti persebaran virus ini lebih muda di atasi dan di cegah penularannya . Oleh karena itu permasalahan covid 19 dan kebijakan pemerintah seakan menjadi kombinasi yang menakutkan di momentum menjelang idul fitri ini .
Pemahaman tentang hubungan antara Covid 19 , mudik dan keputusan politik dari pengambil kebijakan membawa masyarakat secara spontan menyatakan ketidakpercayaannya kepada pemerintah . Apa yang membuat pemerintah terus - terusan seperti ini ? Apakah ada kelas sosial lain yang mempengaruhi nya ?
Pada konteks ini nampaknya kita akan mulai melihat berbagai parodi kekuasaan yang membuat suasana tetap kondusif sembari menjalankan kepentingan Ekonomi dengan Investasi . Sungguh ironis , teater parodi kekuasaan pada kenyataannya kental muatan politis dan inilah yang selalu menjadi kekhawatiran buat kita Masyarakat .
Banyak orang mengira ketidakmampuan kekuasaan dalam menangani bencana Covid 19 sedari awal adalah tragedi namun jika kita melihat lebih jelih dan krisis ketidakmampuan itu adalah lelucon apa lagi dengan momentum pilkada kemarin . Oleh karena itu kita di hadapkan pada dua pilihan pasrah atau melawan ? Jika kita terus mempertahankan keputusan dan sistem politik yang di ambil oleh pemerintah kita akan terus - terusan di bodohi . Olehnya itu maka marilah kita melakukan perbandingan sesuai dengan realitas dan kenyataan yang ada sebab pemerintah tidak selamanya benar dalam mengambil sebuah kebijakan dan sikap politik. Apa lagi terkait dengan Covid 19 ini adalah sesuatu yang terus di besar besarkan di media dan banyak menambah kepanikan di tengah masyarakat kita .
Jika sadar , Sadarilah Reaalitas , Jangan mengambil keputusan Dengan Logika hukum berpikir sendiri yang di penuhi dengan kepentingan dan Pragmatisme . Gugat 🔥
# Seperti dendam , Rindu Harus di tuntaskan. Maka pulanglah keluarga merindukan mu di kampung Halaman !



Komentar
Posting Komentar